0

Sedih…

Posted by a.muchlis07 on 13 July 2010 in Academic |

Siapa bilang sedih membawa duka…

coba liat aja yang ini dulu…

hwahwahwa

ini versi biasa

ini remixnya

dan ini selanjutnya….

dan yang ini…

selamat menikmati…

1

Bikin Aplikasi mobile phone minim programing? ini solusinya…

Posted by a.muchlis07 on 12 July 2010 in Academic |

Masih ingat dengan layanan dari Nokia yang bisa membuat anda menjadi developer dadakan? OviAppWizard menyediakan langkah praktis dan instan bagi anda yang ingin membuat aplikasi di ponsel Nokia dan juga bisa langsung menjualnya di Ovi Store.

Meski tidak sama persis, Google juga kini menyediakan layanan App Inventor. App Inventor ini merupakan tool yang bisa diakses di Google Lab, namun kini Google menambah invitation bagi pengguna publik yang lebih luas. Pengguna harus mengisi formulir tertentu untuk meminta undangan agar bisa menggunakan App Inventor dari Google ini.

App Inventor menyasar para pengguna Android dengan menjanjikan kemudahan dalam membuat aplikasi bagi siapa saja, termasuk mereka, pengguna non-developer. Layanan ini, seperti yang disebutkan di situs resminya tidak memerlukan pengetahuan programming tertentu yang menjadikan siapa pun bisa membuat aplikasi untuk ponsel Android mereka.

Sayangnya undangan saya masih belum disetujui jadi saya belum bisa mencoba layanan dari App Inventor ini. Tapi dari penjelasan yang diberikan Google, dalam membuat aplikasi, pengguna nantinya tidak perlu menyusun kode-kode tertentu, tetapi cukup melakukan desain secara visual dengan menggunakan ‘blocks’ untuk menyusun berbagai langkah yang ada di aplikasi nantinya.

App dan App Store akan menjadi hal lumrah yang mungkin saja dikeluarkan oleh semua produsen, baik itu vendor mobile device maupun perusahaan yang bergerak di aplikasi itu sendiri. Developer menjadi titik sentral, bahkan kini trend-nya bergeser, seperti Nokia dan Google yang mengarahkan pengguna umum untuk menjadi developer bagi gadget mereka sendiri.

Seperti yang saya bayangkan, Android akan menjadi the next big thing, tanda-tanda akan hal itu sudah nampak, juga bagi pengguna di Indonesia. Saya pikir Android bisa menjadi pilihan OS yang sebentar lagi akan tertanam di berbagai ponsel, termasuk ponsel menengah ke bawah.

Memang App Inventor ini masih dalam versi beta dan belum teruji untuk user kebanyakan, meski Google telah menguji layanan ini di berbagai sekolah di U.S. dan mengajak para pengajar serta siswa untuk membuat aplikasi mereka sendiri, tapi pengguna umum punya karakter lain, dan jika Google ingin menyasar pengguna seperti ini, kita harus menunggu bagaimana respon mereka.

Namun, perkembangan App Inventor ini layak untuk dicermati, terutama perkembangan yang ada di ‘belakang layar’, seperti penambahan CDK dari pengembang pihak ketiga, yang aplikasinya telah banyak digunakan, seperti Twitter (yang menurut TechCrunch telah menyediakan Components bagi pengguna untuk bermain-main membuat aplikasi di App Inventor) dan aplikasi lain yang sedang trend.

Untuk Indonesia, jelas ini akan berpengaruh, kita memang masih belum melihat perkembangan yang besar dari Google setelah mereka menyatakan ‘resmi’ masuk Indonesia beberapa waktu yang lalu. Apakah Google  menunggu berbagai ponsel berbasis Android menengah ke bawah yang kabarnya akan segera menyerbu Indonesia, atau Google masih meraba perilaku pengguna di sini sebelum meluncurkan layanan mereka untuk merebut pangsa pasar, setidaknya dari Yahoo! yang sudah cukup ‘mapan’ menikmati pangsa pasar lokal.

Pengguna Indonesia yang ramah teknologi bisa jadi adalah pangsa pasar yang cukup besar dari App Inventor, bayangkan saja jika nanti ponsel berbasis Android dengan harga terjangkau atau murah masuk ke pasar Indonesia, dan mereka membuat berbagai macam aplikasi di App Inventor, berapa pengguna yang bisa di raih oleh Google? Tentunya dengan asumsi bahwa semua aplikasi di App Inventor bisa digunakan di semua ponsel apapun berbasis Android. Belum lagi pendekatan ke dunia pendidikan dari App Inventor ini (terlihat dari form pendaftaran) yang bisa lebih dikembangkan di tingkat lokal.

Banyak peluang yang bisa dikembangkan oleh Google di pangsa pasar Indonesia, lewat App Inventor yang secara tidak langsung akan menarik brand Android untuk lebih dikenal lagi di pangsa pasar Indonesia. Saya sendiri terus terang tidak sabar untuk melihat ekspansi lebih besar lagi dari Google terutama Android dan melihat bagaimana dampaknya bagi penguna ponsel di Indonesia.

Well, mari kita lihat perkembangan selajutnya, sementara itu, apakah anda sudah mencoba App Inventor dari Google ini? Anda bisa share pengalaman anda membuat aplikasi di kolom komentar, atau anda juga bisa share pendapat lain tentang perkembangan Google dan Android, atau komentar lain tentang pendekatan ala developer yang dilakukan para giant seperti Google.

Anda yang tertarik dengan App Inventor dan ingin mendapatkan invitation-nya bisa cek di sini, dan berikut video tentang penjelasan singkat bagaimana App Inventor bekerja.

ini tutorialnya App Inventor

3

tidak cuma jakarta…

Posted by a.muchlis07 on 1 July 2010 in Academic |

jakarta sebagai ibukota Indonesia menjadi tempat bagi jutaan oarang untuk mencari nafkah

oleh sebab itu jakarta menjadi kota yang padat untuk tempat tinggal…..

Tapi,ternyata tidak hanya dijakarta

di negara lain juga mempunyai masalah yang serupa contoh nya adalah

Kota Dharavi, Mumbai-India

Terbentang lebih dari 175 hektar antara Mahim dan Sion, Dharavi muncul sebagai perkampungan kumuh terbesar di Asia dan dihuni oleh lebih dari 600.000 penduduk. Dharavi punya saingan di Orangi Town di Karachi, Pakistan yang sangat luas dan penuh samapah. Dharavi menggambarkan dengan jelas sebagai sebuah saku murah di tengah-tengah kota Mumbai yang mahal, dimana Anda bisa tinggal di sini dengan murah, cukup 4 US dollar per-bulan.

Anehnya, Dharavi ternyata juga menjadi tempat bagi berbagai industri skala kecil seperti tembikar, garmen bordir, kerajinan kulit, dan peralatan plastik. Bahkan yang tidak bisa dipercaya, total net income dari penduduk Dharavi hampir mencapai 650 juta dollar. Tapi Dharavi sama sekali bukan surga – persedian air bersih dan failitas MCK-nya sangat buruk terutama saat air pasang dan lingkungan yang tidak sehat ini mengancam kesehatan penduduknya.

Bola piala dunia part2

Posted by a.muchlis07 on 28 June 2010 in Academic |

ternyata banyak juga y bola….

Bola piala dunia part1

Posted by a.muchlis07 on 28 June 2010 in Academic |

Goollll……..

dimana-diman pada nonton piala dunia…

tidak ada salahnya pula kita liat bola yang dimainkan pada piala dunia…

berikut tampilannya

Bola

peristiwa IT

Posted by a.muchlis07 on 28 June 2010 in Academic |

1. Yahoo Melewatkan Facebook
Tahukah Anda kalau Mark Zuckerberg pernah nyaris menjual hak kepemilikan Facebook kepada Yahoo? Tahun 2006, Yahoo melihat potensi Facebook cukup besar untuk dijadikan lawan MySpace. Mereka sempat menawarkan uang sebesar US$ 1 miliar kepada Mark. Namun saat akuisisi nyaris terjadi, tiba-tiba Yahoo mengalami penurunan saham sampai 22 persen. Reaksi Yahoo? Bernegosiasi menurunkan tawaran harga kepada Mark menjadi US$ 800 juta saja. Jelas dirinya menolak dan akhirnya memutuskan untuk membesarkan Facebook sendirian.

2. Real Networks Menolak “iPod”
iPod, pemutar file multimedia paling populer saat ini, ternyata pernah ditolak konsepnya oleh Philips dan Real Networks. Tepatnya tahun 2000, Tony Fadell menawarkan konsep pemutar MP3 mungil, bergaya, dan menyediakan content-delivery system yang memudahkan pengisian musik, bernama Pod.Hanya Apple yang mau menerima proposal Fadell dan memproduksi peranti yang kita kenal sebagai iPod serta content-delivery system bernama iTunes. Saat ini iTunes mendominasi 80% pasar musik digital berbayar di dunia. Kabar Real Networks? Dengan RealPlayer-nya, pendapatan mereka per tahun hanya segelintir dibanding penghasilan Apple dari iTunes saja, belum ditambah penjualan iPod.

3. IBM Mengatrol Microsoft
Tahun 1980, IBM sedang mengerjakan proyek PC pertama dan mencari perusahaan perangkat lunak yang bisa menyediakan disc operating system (DOS). Awalnya mereka meminta bantuan Gary Kildall dari Digital Research, pembuat sistem operasi CP/M.Namun negosiasi tidak berjalan mulus sehingga akhirnya IBM beralih kepada duo Bill Gates dan Paul Allen yang memiliki program Microsoft DOS. Kontrak pun terjalin dan IBM menuai sukses besar, sekaligus mengangkat nama Microsoft. Jika saja Kildall mau menerima tawaran IBM, mungkin perusahaannya-lah yang bakal meraksasa seperti Microsoft saat ini.

4. Xerox Alto “Dicuri” Apple
Vendor Xerox mengembangkan sebuah komputer pertama yang memakai window-based GUI. Komputer yang ada sebelumnya hanya mengandalkan teks sebagai operasionalnya. Diberi nama Alto, komputer ini sudah dilengkapi tetikus, jaringan ethernet, dan penyunting teks WSYIWYG (what you see is what you get). Namun saat diluncurkan tahun 1973, pasar konsumen PC belum terbentuk.Akibatnya Xerox hanya mendistribusikan Alto ke beberapa universitas secara gratis. Nah, tahun 1979, Steve Jobs mengunjungi Xerox PARC, tempat pengerjaan Alto. Saat melihat komputer ini, ia langsung terinspirasi dan kemudian mengimplementasikan banyak fitur utama Alto ke dalam Lisa dan Mac, dua PC yang sedang perusahaannya kembangkan. Ternyata Mac sangat laris manis, sementara Xerox yang akhirnya mengikuti dengan memasarkan Xerox Star (berbasis teknologi Alto) sudah terlambat masuk pasar.

5. “Google” Sebelum Google
Medio 1990-an ketika perang antarmesin pencari masih berimbang antara Yahoo, Altavista, dan Lycos, ada satu yang mencuat ke permukaan. Open Text Web Index namanya. Mirip Google saat ini, Open Text dikenal karena kecepatan respon, akurasi, dan komprehensif. Tahun 1995, arsitektur Open Text bahkan dibeli Yahoo untuk diterapkan dalam mesin pencariannya.Namun dua tahun berselang, pemilik Open Text memutuskan berpindah haluan ke sektor content management system untuk enterprise. Padahal tahun 1998, Google baru diluncurkan. Jika saja Open Text (dan Yahoo) tetap bermain di teknologi mesin pencari, mungkin saat ini merekalah yang memimpin pasar. Sayang, mereka tak menyadari besarnya industri mesin pencari pada masa seperti sekarang ini.

6. Microsoft Menyelamatkan Apple
Tahun 1997 adalah tahun kebangkitan Apple. Dalam kondisi krisis keuangan akibat Mac-nya kalah bersaing dengan Power Computing dan Radius, mereka terancam berhenti produksi. Untungnya, datang bantuan yang tak disangka-sangka: Microsoft. Tanpa diduga mereka bersedia membeli saham Apple sebesar US$ 150 juta, relatif cukup untuk memperpanjang nafas.

2

Hello world…

Posted by a.muchlis07 on 19 June 2010 in Pelatihan |

Hello world…

kalimat itu yang gue buat pas pertama kali buat program…

waktu itu gue menggunakan bahasa pemrograman C..

tampilan masih seperti DOS

gue kira bahasa pemrograman C hanya cuma bisa itu saja dengan tampilan DOSnya..

bebebrapa bulan yang lalu gue lagi main kerumah temen

w bongkar tu PC temen gue….

pas w liat ada aplikasi 3D buatan dia..

gue kira dia bikin pake .Net atau bahasa pemrograman tingkat tinggi

pas gue tanya ..

ternyata dia menggunakan dengan bahasa pemrograman C

Cara kerja aplikasi 3d temen gue..

jadi aplikasi itu scan via webcam dengan ada kertas di depan kamera ada kertas dengan bentuk gambar pondasi rumah

Namun pas dimmonitor ada gambar rumah yang merupakan hasil scan dari gambar kertas tersebut….

Copyright © 2010-2017 Cuplis's blog IPB All rights reserved.
This site is using the Desk Mess Mirrored theme, v2.4, from BuyNowShop.com.